Mandalawangi, 3 Desember 2006
Kabut mulai turun lagi ke lembah ini
Aroma basah tanah, dan hijau lumut terbawa angin
Eddelweissku belum lagi mekar
Tapi kecupan hangat sang embun pun menenangkanku
Hanya aku
Sejenak memahami keheningan
Seakan mendengar alamMu berdzikir
Haru tawa, tangis bahagiamu hadir disini, terbang dihantar malaikat pagi
Terbaring disampingku, berceloteh segalanya
Bagaimana aku tak jatuh
Kuncup pun mekar saat kau sentuh
Memupus asa, menjemput harapan
Kepadamu bidadari kurindukan
Tanahku telah mengering
Telah kutinggalkan jejakku
Garis cakrawala menyiratkan harapan
Kuayunkan langkahku dan berbisik
Aku masih hidup…
(Selamat menempuh hidup
baru ukh…. Hummm…..Puncak gunung memang menenangkan pikiran Alhamdulillah…)
Mandalawangi, 3 Desember 2006
Posted at 12:45 am by
pitunemlimo