Entry: Jilbab, Syariat yang Terdzalimi Wednesday, May 09, 2007



Bismillah,

Segala puji hanya bagi Allah Rabb semesta Alam, shalawat serta salam semoga senantias tercurah kepada junjungan kita Nabi saw serta sahabat hingga akhir jaman.

 

Saudari seiman, mungkin saudari pernah mendengar ayat ini:

 

”Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu'min: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (Al-Ahzab:59)

 

”Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.....” (An-nur:31)

 

Ayat-ayat diatas menjadi salah satu dasar syariat yang mewajibkan bagi muslimah agar mengenakan jilbab. Kedua ayat diatas memerintahkan bagi wanita yang beriman maka sudah selayaknya bagi muslimah yang mengakui adanya iman dihatinya untuk menegakkan syariat ini.  Sungguh perintah ini adalah suatu perintah yang sangat mulia karena dibalik itu semua terkandung hikmah dan manfaat yang begitu besar.

 

Seperti kita ketahui negara kita adalah negara yang mayoritas masyarakatnya beragama islam, namun kebanyakan wanitanya belum memahami betul arti pentingnya jilbab ini bagi mereka. Namun akhir-akhir ini beberapa orang dari kita mungkin sudah merasa puas dengan kemajuan dari wanita-wanita (muslimah) kita yang sudah mulai memakai jilbab (kalo kain yang ditutupkan di kepala mereka itu yang mereka sebut jilbab). Hal ini sering kita lihat terutama ketika artis ini artis itu (dimana artis terkenal sebagai golongan yang sering mengumbar aurat) dipuji-puji karena telah memakai jilbab  Tapi  apakah kita pernah bertanya sudah benarkah cara mereka berjilbab? Fenomena jilbab di negara ini menurut saya pribadi sungguh menjadi realita yang menyedihkan. Di saat para muslimah di barat sana berjuang dalam tindasan untuk menegakkan syariat yang mulia ini, kaum muslimah di negeri kita cenderung lalai dan menyepelekannya. Sebagai negara dimana kita masih diberi kebebasan untuk melaksanakan syariat, kita malah cenderung merasa terbebani untuk melaksanakannya. Sepertinya fenomena jilbab ini hanyalah sebagai trend semata, atau bila memang mereka telah sadar bahwa ini suatu kewajiban maka jilbab ini hanya sebagai hal yang menggugurkan kewajiban tersebut tanpa mengetahui syarat-syaratnya. Maka tengoklah ketika wanita-wanita yang berjilbab itu berpakaian ketat yang memperlihatkan lekuk tubuh, dan tipis yang disebut dengan fenomena ”jilbab mini”. Tak jarang mereka pun bersolek secara berlebihan (tabarruj), memakai parfum dsb seperti orang-orang kafir. “Sungguh kalian benar-benar akan mengikuti gaya hidup orang-orang sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, sampai-sampai seandainya mereka masuk ke dalam lubang dhobb (sejenis biawak) niscaya ada di antara kalian yang ikut masuk pula ke dalamnya.” (HR Muslim).

 

Pada suatu hari saya pernah mengunjungi bazaar buku islam di mana di sana diputar video tentang peragaan busana (fashion show) busana muslimah, (subhanallah) ada apa ini? Mereka seoloah-olah menganggap bahwa jilbab hanyalah sekedar busana tren dan bagian dari gaya hidup semata. Ini tentu saja termasuk tasyabbuh (meniru-niru) budaya barat. Setahu saya jilbab ini bukan untuk perhiasan agar dilihat orang lain dan tampak menarik. Bagi saya sendiri ini merupakan perbuatan yang mencoreng muka islam dan meninggalkan luka yang pedih bagi orang-orang yang peduli dengan tegaknya syariat. Bagaimana mungkin jilbab sebagai syariat yang diwajibkan oleh Allah atas kaum muslimah didzalimi demikian rupa sehingga nilai kesucian darinya seakan terinjak-injak dan ternodai.

Apa itu jilbab sebenarnya?

Jilbab adalah penutup badan, dan sebagai ciri dari sekumpulan peraturan sosial yang berhubungan dengan keadaan wanita dalam undang-undang Islam, yang telah ditetapkan oleh Allah swt untuk menjadi benteng yang kuat, menjaga kehormatan, kemuliaan, dan dalam ruang lingkup yang ketat sebagai sarana bagi wanita untuk membentuk generasi Islam, merajut masa depan umat, yang pada gilirannya ikut berperan dalam perjuangan Islam dan mengokohkannya di muka bumi ini.

 

Manfaat jilbab

Hijab ataupun Jilbab memilki beberapa manfaat:

  1. ’Iffah yaitu menahan diri dari perbuatan maksiat. Seorang muslimah yang telah berjilbab akan menjadikan dirinya tentunya akan menghindari perbuatan maksiat. Dengan jilbab diri mereka pun terlindungi dari kemaksiatan. Namun apa yang terjadi sekarang ini dimana muslimah berjilbab sering terlihat berduaan dengan lki-laki bukan mahramnya.
  2. Sebagai pemelihara kesucian. InsyaAllah dengan berjilbab muslimah akan terhindar dari fitnah.
  3. Sebagai bentuk rasa malu.
  4. Jilbab sebagai bentuk rasa cemburu. Jilbab selaras dengan perasaan cemburu yang merupakan fitrah laki-laki dikarenakan pandangan khianat terhadap istri atau anak perempuan mereka.

 

 

Cara berjilbab yang benar sesuai syariat:

  1. Hendaklah jilbab menutup seluruh aurat yaitu seluruh badan kecuali telapak tangan dan wajah
  2. Hendaknya jilbab tersebut tebal tidak tipis dan transparan sehingg terbebas dari hakekat hadist Nabi saw ”berpakaian tapi telanjang”
  3. Hendaknya tidak berupa perhiasan atau pakaian yang menyolok, yang menarik perhatian karena Allah telah berfirman ”Dan tidak menampakkan perhiasan kecuali yang biasa tampak darinya” (An-Nur:31)
  4. Hendaknya jilbab tidak sempit, ketat. Tidak membentuk lekuk tubuh dan aurat, maka jilbab harus luas dan lebar, sehingga tidak menimbulkan fitnah.
  5. Hendaknya tidak memakai parfum, yang dapat menimbulkan fitnah. Nabi saw bersabda: ”Sesungguhnya wanita bila memakai minyak wangi kemudian lewat pada suatu majelis agar mereka mencium baunya, maka ia telah berzina”.
  6. Hendaknya jilbab tersebut tidak menyerupai pakaian laki-laki. Karena Nabi saw telah melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki.

 

Jadi saudariku seiman apa yang membuatmu ragu untuk berjilbab sesuai syariat ini? Sungguh kebanyakan dari kita yang belum paham malah merasa aneh bila melihat muslimah-muslimah yang berjilbab lebar dan berwarna gelap bahkan mencap mereka sebagai teroris. Seharusnya tidak perlu ada keraguan dihati kita sebab Alllah swt telah berfirman: ”Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu'min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu'min, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata”(Al-Ahzab:36)

 

Semoga kita senantiasa diberi ketetapan hati dalam menjalankan perintah dan menjauhi segala laranganNya berdasarkan Kitabullah dan Sunnah Rasulullah saw.

 

Sumber-sumber:

  • Hijab (artikel dari internet diterbitkan oleh Darull Qosim-saudi arabia)
  • Kepada Ukhti Muslimah (oleh Islamic Propagation in rabwah-Riyadh)

   0 komentar

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments